Sunday, October 31, 2004

makan sahur di Johor Bahru

... saya memang tidak berpuasa, tetapi teman-teman di kantor, baik Indonesian Svc maupun Malay Svc semua berpuasa. Hari Jumat -eh, Sabtu dini hari kemarin mereka mencari alternatif lain untuk makan sahur, yaitu di Johor Bahru. Kota kecil yang masuk menjadi bagian dari Malaysia ini memang terletak tak jauh dari Singapura. Dari daerah tempat saya tinggal di Toa Payoh saya naik satu kali train ke arah Jurong East via Woodlands, kemudian turun di Marsiling (karena seorang teman menjemput kami dengan mobil disana).

Perjalanan memasuki Johor agak memakan waktu karena macet panjang di pintu keluar perbatasan Singapura - Johor maupun pintu masuk Johor, pemeriksaan passport dan kartu imigrasi, menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu karena begitu banyaknya mobil yang akan keluar Singapura menuju Johor padahal lajur jalannya terbatas, jadilah adu cepat mengemudi a.k.a sodok menyodok a la Jakarta diperlukan disini. Padahal saat itu sudah menunjukkan pukul 12.00 malam. Ternyata banyak warga Malaysia yang bekerja di Singapura dan kembali ke Johor pada saat ujung minggu. Tak hanya yang berkendara mobil, tetapi juga motor. Setiap ujung minggu pasti kemacetan seperti ini terjadi. Bagi warga Jakarta yang terbiasa dengan padatnya jalan raya baik jalan biasa maupun jalan tol sih, pemandangan seperti ini sudah bukan hal yang luar biasa lagi.... hehehehe. yaaa.. itung-itung mengenang ruwetnya jalan tol kebun jeruk tiap jam pulang kantor...

Menurut saya, Johor tak terlalu berbeda dengan kota-kota di pinggir Jakarta. Ketika memasuki Johor pada jam 1 pagi, saya merasa seperti memasuki Cirebon atau Sukabumi pada saat dulu travelling keliling Jawa. Jalan-jalan lebar, toko-toko di pinggir jalan, tanah sangat lapang, sedikit gedung-gedung tinggi, berbeda dengan keadaan di Singapura.

Kami menuju Hotel Hyatt Johor, karena memang seperti rencana semula, kami makan sahur di sana. Untuk buffet sahur all-you-can-eat, harganya 23 ringgit nett per orang, atau $S 11. Sayangnya, saya bukan tipe pemakan banyak, apalagi harus makan berat di waktu dini hari, melihat makanan berlimpah saja saya sudah tak nafsu apalagi disuruh makan banyak sehingga yang bisa masuk ke perut saya hanya soup jagung-kepiting dan bubur ayam.

Sayangnya, perjalanan ke Johor ini dilakukan pada dini hari, sehingga keindahan kota ini sulit saya lihat dengan jelas. Gelap. Dan sepi. Padahal saya yakin banyak tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi disini. Suatu saat nanti saya ingin kembali kesini, tapi tidak di pagi-pagi buta. Apalagi karena mata uang ringgit itu nilainya lebih kecil dari dollar singapura, jadinya, bisa belanja banyak doooong.. ;)

1 Comments:

Blogger cupcake said...

Blognya sangat informatif.
Salam,
Santy - IdeBaru.com

October 23, 2005 at 6:54 AM  

Post a Comment

<< Home