Friday, October 29, 2004

suatu kebodohan

Sebenarnya sejak kemarin saya sudah ingin menulis ke dalam blog ini, tapi, karena satu kebodohan yang saya buat, menyebabkan keinginan itu terhalang.
Kebodohan itu sederhana saja, saya lupa user id saya apa, sehingga saya tak bisa masuk ke dalam blogger ini. hahahhaha. biasanya orang lupa password, tapi kali ini saya lupa user id. Cerdas! (ini istilah yang sering digunakan oleh seorang sahabat saya, jika saya melakukan suatu tindak kebodohan, "cerdas" bukan makna sebenarnya)

Beberapa minggu belakangan ini, saya ingin sekali minum wine. Sudah 2 malam saya habiskan di bulan ini untuk menikmati segelas red atau white wine, ditemani oleh sepiring salad. (jangan tanya, mengapa makan malam saya hanya salad. saat ini saya sedang dalam program penurunan berat badan. setiap hari, 3 kali sehari saya menelan sebutir capsule 'ultra mega fat burners' yang katanya merupakan 'the quickest way to slim'. nasi untuk makan siang sudah jauh saya kurangi, bahkan saya hilangkan, dan untuk sarapan saya hanya makan setangkup multi-grain bread dengan very light low-fat sliced cheese ditambah segelas low fat kiwi yoghurt dan semangkuk wortel mentah, 5 butir strawberry dan sebutir apel. olahraga? hmmm... karena disini kemana-mana saya jalan kaki, jadi menurut saya sudah cukuplah, hahahhaha)

Kembali ke soal wine,
di kota kecil ini, tempat paling pas menurut saya untuk minum wine adalah ke daerah Holland Village. Mungkin karena banyak pekerja asing atau ekspatriat yang tinggal di daerah ini, sehingga banyak sekali restoran yang menyediakan wine ataupun wine lounge disana. minggu yang lalu, di Restoran Mexico El Patio yang saya kunjungi, sedang ada promosi, satu botol wine asal australia yang dijual hanya dengan harga $12. Murah banget. Tapi siapa yang sanggup menghabiskan sebotol besar merlot sendirian? mungkin ada ya, tapi saya gak bisa... hahahhaha. gak sanggup deh, cing! Semalam, saya terdampar diatas sebuah restoran "Bali Wanna-Be" namanya 211 Roof Terrace (tempat ini memang bernuansa Bali, lengkap dengan bangku-bangku jati berukir, lampu-lampu, patung-patung a la Bali) yang memang berada di atap sebuah pusat perbelanjaan di Holland Village, sambil menikmati segelas red wine. Nikmat.

Di sini, segelas wine dijual dengan harga rata-rata $8 atau $9 di restoran atau cafe. Kebanyakan wine dari Australia. Karena saya bukan wine connoisseur, jadi saya tak tahu lah yang mana yang enak yang mana yang enggak enak. yang penting rasanya pas, tak terlalu masam, sudah cukup. lagipula minum wine bagi saya bukan untuk melepas dahaga (kalau mau ngelawan haus ice mountain drinking water aja, dong..) tapi untuk pelepas lelah, penghibur hati yang sepi, dan menghabiskan waktu. o ya, satu lagi, mencari kehangatan. hahahhahaha.


Cuaca agak tak bersahabat beberapa hari belakangan. Mendung seharian, hujan turun di waktu pagi atau malam hari. udara lembab dan agak dingin. Berkah untuk teman-teman saya yang berpuasa, mungkin, jadi tidak terlalu kehausan karena kepanasan.

1 Comments:

Blogger tanakvagu said...

oww..wau gwa terhibur bangat tentan cerita dan pengalamanmu.

June 28, 2008 at 10:18 AM  

Post a Comment

<< Home