Sunday, January 30, 2005

(katanya) berkesenian...

Hari minggu 30 Januari kemarin merupakan hari yang melelahkan bagi saya. Setelah selama 3 bulan lebih mempersiapkan sebuah pertunjukan musical dalam rangka Ulang Tahun KKIS yang ke 20 (Keluarga Katolik Indonesia di Singapura - komunitas masyarakat Indonesia beragama Katolik yang berdomisili di Singapura) akhirnya kemarin kita mencapai puncaknya. Seluruh kerja keras, banting tulang, ke-BT-an, rasa stress yang tertumpah selama persiapan akhirnya terbayar sudah. Pentas kami bisa dibilang sukses, dan kami sendiri tidak percaya dengan apa yang kami capai. Walaupun belum bisa dibilang sempurna, tapi kami tak kecewa, karena kami adalah pemain amatir, dan ini merupakan pentas pertama bagi kami. Semua persiapan kami adakan sendiri, mulai dari menulis skrip, mencipta lagu, menciptakan koreografi tarian, berlatih vokal, mencari musisi pendukung, berburu kostume, merancang dekorasi, semua adalah swadaya dan swakarsa kami sendiri. Segala kepenatan menjadi tak terasa ketika semua penonton terhibur dengan apa yang kami sajikan. Bahkan kami sendiri tak percaya ketika semua teman-teman kami yang artis amatiran tiba-tiba berubah menjadi artis profesional ketika berdiri di pentas. Luar biasa.

Pentas Musikal kami ini diadakan di Singapore Conference Hall (SCH) di Shenton Way. Sebuah gedung pertunjukkan yang menjadi 'markas' Singapore Chinese Orchestra. Gedung ini berkapasitas 885 tempat duduk dengan dukungan teknologi akustik yang luar biasa. Gedung ini selesai dibangun tahun 1965 dan selain berfungsi sebagai tempat pertunjukkan, gedung ini juga menjadi sarana eksibisi, pertemuan tingkat tinggi antar pejabat, seminar, dan lain sebagainya. SCH merupakan auditorium pertama di Singapura yang mengaplikasikan sistem akustik pada desain bangunannya. Pada tahun 2001 gedung ini direnovasi dengan biaya 14 juta dollar, terutama untuk membenahi dan memperbaiki segi akustik dan tata cahaya dengan teknologi mutakhir. Sejak tahun itulah Singapore Chinese Orchestra 'berumah' di sini. Tak pelak lagi, SCH merupakan salah satu gedung pertunjukan yang cukup prestise di Singapura.

Selama 10 bulan berada di kota ini, saya baru berkunjung ke 3 gedung pertunjukkan. Pertama, di Suntec Conference Hall untuk menyaksikan konser KD dan Alicia Keys, kedua di Esplanade Concert Hall juga dalam rangka konser musik, dan yang ketiga ya di Singapore Conference Hall ini. Sebenarnya saya pernah juga menyaksikan pertunjukkan seni skala kecil di sebuah ruang di Arts House, yang dulunya merupakan gedung parlemen lama, yang sekarang juga telah dialih-fungsikan menjadi gedung pertunjukkan dan pameran kesenian. Gedung-gedung ini digarap dengan kesungguhan yang luar biasa. Semuanya dilengkapi dengan tata akustik, tata suara dan tata cahaya yang sangat baik sehingga sebuah pertunjukkan tingkat "amatiran" seperti yang kami lakukan di SCH kemarin pun bisa berubah menjadi pertunjukkan "semi-profesional" karena didukung oleh teknologi-teknologi canggih tersebut.

Iseng-iseng saya buka internet, browsing mencari jumlah berapa banyak tempat/gedung pertunjukkan yang ada di Singapura ini. Ternyata jumlahnya ada 23 buah, belum ditambah dengan gedung pertunjukkan yang ada di sekolah/universitas dan community center yang jumlahnya kira-kira 11 buah. Untuk ruang pameran/eksibisi? hmmm... ada 20 buah, belum termasuk beberapa venue lain yang juga sering dijadikan sarana pameran. Yang patut dicatat adalah, semua gedung pertunjukkan ini dilengkapi dengan tata cahaya, tata suara dan teknologi yang canggih yang bahkan tidak bisa dibandingkan dengan Gedung Kesenian Jakarta ataupun Graha Bakti Budaya TIM. Maaf deh, jauh banget kelasnya.

Jadi, kapan Jakarta punya gedung pertunjukkan yang memadai, sehingga kita tak perlu merubah Gelanggang Olahraga yang fungsi sebenarnya untuk kegiatan olahraga menjadi gedung pertunjukkan musik?

aaahhhh... males ah, mikirnya. susah amat pertanyaannya...
laaahhh katanya indonesia bangsa yang berkesenian...?
auk ah, gelap!


9 Comments:

Blogger jaja said...

Wah, seru juga yah Fik baca cerita loe, tentang gedung kumpul2 itu. Rada nggak nyangka, bahwa negara yg buat gw kesannya kota yg dingin, kaku, tidak ekspresif, ternyata punya banyak pilihan tempat yg segitu banyak. Jadi sedih gw baca pertanyaan loe...hiks...hiks..

January 31, 2005 at 5:16 AM  
Blogger Indi said...

pengamatan menarik!
bagaimana dengan public space/parks/gardens di SG? Saya rasa juga punya banyak pilihan daripada di JKT.

July 12, 2005 at 10:02 PM  
Blogger Living in Thailand said...

Hi Nice blog please take look at my website as well *My free sms website**

November 22, 2005 at 4:38 PM  
Blogger megansmith5821 said...

I read over your blog, and i found it inquisitive, you may find My Blog interesting. My blog is just about my day to day life, as a park ranger. So please Click Here To Read My Blog

http://www.juicyfruiter.blogspot.com

January 18, 2006 at 3:02 PM  
Blogger markharolds9828805406 said...

Do you want free porn? Contact my AIM SN 'abunnyinpink' just say 'give me some pics now!'.

No age verification required, totally free! Just send an instant message to AIM screen name "abunnyinpink".

Any message you send is fine!

AIM abuse can be reported here.

April 2, 2006 at 11:19 AM  
Blogger lucymiller4752599569 said...

Get any Desired College Degree, In less then 2 weeks.

Call this number now 24 hours a day 7 days a week (413) 208-3069

Get these Degrees NOW!!!

"BA", "BSc", "MA", "MSc", "MBA", "PHD",

Get everything within 2 weeks.
100% verifiable, this is a real deal

Act now you owe it to your future.

(413) 208-3069 call now 24 hours a day, 7 days a week.

May 18, 2006 at 8:21 PM  
Blogger Rumah dijual said...

Hmmh ternyata masih ada tempat kaya begono di SG...gw pikir sisanya cuma tmpat dugem ma makan doank...hahaha

October 9, 2007 at 3:04 AM  
Blogger Ayu said...

mantap deh tulisannya :) seru,. ak sekalian sharing info neh, bisa download disini

March 4, 2009 at 11:17 AM  
Blogger Perjalanan Hajiku said...

Salam. Dari writer of 40 Hari Di Tanah Suci.

May 13, 2009 at 9:02 PM  

Post a Comment

<< Home